
EDITORIAL.ID – Pemerintah Kabupaten Sintang mendukung dibentuknya Kepengurusan Majelis Pembimbing dan Pengurus Satuan Karya Pramuka Saka Adhyasta Pemilu Cabang Sintang masa bakti 2026-2031 oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sintang.
Dukungan tersebut diungkapkan Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Asmidi, saat mewakili dan membacakan sambutan Bupati Sintang pada acara tersebut di Aula Bawaslu Sintang, Senin 24 Agustus 2026.
Asmidi menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Sintang yang telah menggagas dan mendorong terbentuknya Saka Adhyasta Pemilu Cabang Sintang.
“Menurut saya, ini bukan sekadar membentuk kepengurusan. Hari ini kita sedang menanam benih untuk masa depan demokrasi. Pramuka selama ini kita kenal sebagai organisasi yang membentuk karakter generasi muda. pramuka mengajarkan kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, keberanian dan keteladanan” terang Asmidi.
Menurutnya, bawaslu memiliki tugas besar menjaga kualitas proses demokrasi, memastikan pemilu berjalan sesuai aturan dan mendorong masyarakat menjadi pemilih yang cerdas serta berintegritas. Maka dari itu, ketika nilai-nilai kepramukaan bertemu dengan pendidikan pengawasan pemilu, Asmidi melihat ada sebuah kekuatan besar yang bisa dibangun.
“Pramuka membentuk karakternya, bawaslu membentuk kesadaran demokrasinya. Dari sinilah kita berharap lahir generasi muda sintang yang tidak hanya pintar berbicara tentang demokrasi, tetapi juga mampu mempraktikkan demokrasi dengan sikap yang jujur, dewasa dan bertanggung jawab,” terang Asmidi.
“Kita harus menyadari bahwa tantangan demokrasi hari ini semakin kompleks. Anak-anak muda hidup di tengah derasnya arus informasi. berita benar dan berita bohong sering kali bercampur. informasi yang belum tentu benar dapat menyebar dalam hitungan detik. Karena itu, saya berharap anggota saka adhyasta pemilu tidak menjadi generasi yang cepat percaya tetapi lambat memeriksa,” terangnya lagi.
Asmidi berpesan kepada generasi muda, untuk mengecek setiap informasi yang diperoleh, dan jangan langsung menyebarkan. Begitupun ketka melihat perbedaan pendapat, jangan langsung bermusuhan.
*Berbeda pilihan politik itu biasa. berbeda pilihan bukan berarti berbeda persaudaraan. Ini yang harus terus kita tanamkan,” jelas Asmidi.
Selanjutnya, dirinya berpesan kepada seluruh calon pengurus saka adhyasta pemilu masa bakti 2026–2031, jadilah teladan sebelum menjadi pengarah. Jadilah pendengar sebelum menjadi pembicara. Jadilah pelayan sebelum ingin dilayani.
“Tunjukkan bahwa anak-anak muda Sintang mampu menjadi bagian dari solusi. saya juga berharap saka adhyasta pemilu tidak berhenti pada kegiatan seremonial,” pesan Asmidi.
“Pemerintah Kabupaten Sintang menyambut baik terbentuknya saka adhyasta pemilu ini. Saya berharap bawaslu, gerakan pramuka dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus membangun kolaborasi. Karena membangun demokrasi tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja. Bawaslu mempunyai peran pengawasan. pramuka mempunyai kekuatan pembinaan karakter,” katanya.
“Pemerintah mempunyai tanggung jawab membangun masyarakat, dan generasi muda adalah pemilik masa depan. Kalau semuanya bergerak bersama, saya yakin demokrasi di Kabupaten Sintang akan semakin matang dan berkualitas,” jelas Asmidi. (Sal)













