Example floating
Example floating
1001274107-clean

​Prabowo Tegaskan Tak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar: Makan Bergizi Gratis Jalan Terus

TheEditorial
theeditorial
Prabowo Subianto. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)
Example 468x60
A-AA+A++

EDITORIAL.ID – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam menuntaskan persoalan gizi buruk melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah berbagai perdebatan mengenai prioritas anggaran, Presiden menegaskan bahwa isu kelaparan adalah hal paling krusial yang tidak bisa ditunda.

​Dalam pernyataan tegas yang disampaikan pada Rabu 24 Juni 2026, Presiden menanggapi pihak-pihak yang sempat mempertanyakan urgensi program tersebut dibandingkan agenda nasional lainnya.

1782873990579

​”Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan, ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira tidak ada lebih genting dari perut lapar,” ujar Presiden saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII di Kabupaten Gorontalo.

​Presiden menilai, argumen yang menempatkan program gizi di bawah prioritas lain sebagai pandangan yang tidak berpijak pada realitas lapangan. Ia pun menantang pihak-pihak yang masih meragukan manfaat program ini untuk terjun langsung melihat kondisi masyarakat bawah.

​”Saya kira tidak ada lebih genting dari perut lapar. Coba tanya ke petani, tanya ke nelayan, tanya ke anak-anak kita, apakah ada yang lebih genting dari itu?” tegasnya.

Baca Juga:  Di Balik Mundurnya Nanik S Deyang: Diuji Penyakit Jantung, Diguncang Teror Misterius

​Investasi Masa Depan Bangsa

​Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa program MBG merupakan langkah investasi strategis. Menurutnya, memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup sebelum menuntut ilmu adalah kewajiban negara untuk mencetak generasi emas.

​”Anak-anak kita tidak boleh ada yang lapar atau berangkat ke sekolah dengan perut kosong. Mereka adalah masa depan bangsa,” tambah Presiden.

​Bantah Isu Penghentian

​Pernyataan ini sekaligus menjadi bantahan keras terhadap narasi yang sempat beredar di media sosial mengenai kemungkinan penghentian program MBG. Pemerintah memastikan bahwa program ini tetap menjadi agenda prioritas nasional.

​Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini terus memperluas jangkauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mencapai target 61,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Pemerintah juga berkomitmen memperketat standar operasional di setiap dapur produksi guna memastikan higienitas dan kualitas gizi yang diberikan benar-benar terjaga.

​Dengan penegasan ini, pemerintah berharap seluruh pihak dapat satu suara dalam mendukung upaya perbaikan gizi nasional demi kepentingan jangka panjang generasi muda Indonesia. (FikA)

1782387829625
Example 120x600
Example 728x250