
EDITORIAL.ID – Dalam aktivitas tulis-menulis, baik dalam laporan berita maupun korespondensi resmi, sering kali muncul keraguan mengenai istilah untuk menyebut pemberian kenang-kenangan. Manakah yang baku: cinderamata atau cenderamata?
Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang benar dan baku adalah cendera mata (ditulis terpisah).
Mengapa Harus “Cendera Mata”?
Sering kali kita menjumpai penulisan yang digabung menjadi satu kata, seperti cenderamata atau cinderamata. Namun, berdasarkan kaidah bahasa Indonesia yang termuat dalam KBBI, bentuk dasarnya terdiri dari dua kata yang berdiri sendiri: cendera dan mata.
Poin Penting:
- Penggunaan Huruf: Gunakan huruf ‘e’ pada kata cendera, bukan huruf ‘i’ (cinderamata).
- Spasi: Wajib dipisah dengan spasi karena kedua kata tersebut memiliki makna leksikal masing-masing sebelum membentuk makna baru sebagai istilah kenang-kenangan.
Analisis Etimologi
Kata cendera memiliki arti bulan atau indah/elok. Ketika disandingkan dengan kata mata, istilah cendera mata secara harfiah dimaknai sebagai sesuatu yang elok atau indah untuk dipandang dan disimpan sebagai pengingat (kenang-kenangan).
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
Agar tulisan Anda lebih profesional dan sesuai dengan kaidah kebahasaan, pastikan untuk selalu memisahkannya. Berikut contoh penerapan yang benar:
”Pemerintah daerah memberikan cendera mata khas daerah kepada para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.”
”Kami membeli beberapa cendera mata di toko suvenir untuk dibagikan kepada rekan kerja setelah kembali dari perjalanan dinas.”
Kesimpulan
Kesalahan penulisan seperti menggabungkan kata atau mengganti huruf ‘e’ menjadi ‘i’ adalah hal yang lumrah ditemukan, namun bukan bentuk yang baku. Untuk keperluan berita, surat resmi, maupun tulisan formal lainnya, gunakanlah cendera mata.
Mengetahui detail kecil seperti penulisan spasi ini akan meningkatkan kredibilitas tulisan Anda sebagai jurnalis atau penulis. (**)















