
EDITORIAL.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sanggau menghadapi tantangan berat dalam pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur jalan. Efisiensi anggaran transfer dari pemerintah pusat ke daerah berdampak langsung pada pemangkasan pagu anggaran yang tersedia untuk penanganan ruas jalan dari tahun ke tahun.
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sanggau, Aris Sudarsono, mengakui adanya tren penurunan anggaran yang cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir. Ia membeberkan angka penurunan yang cukup tajam tersebut.
“Anggaran kita tiap tahun trennya menurun. Karena tentunya dana transfer daerah. Artinya dana untuk penanganan jalan juga berkurang. Contoh sederhana saja, tahun 2024, dana untuk jalan Rp 60 miliar, di tahun 2025 untuk penanganan jalan kita bisa tembus Rp 40 miliar. Tahun 2026 sekitar Rp 20 miliar. Jadi kita itu makin lama makin berkurang,” ungkapnya.
Menanggapi perencanaan tahun 2027, pihak dinas saat ini tengah menghimpun berbagai aspirasi dari masyarakat, musrenbang, hingga hasil reses DPRD. Seluruh usulan tersebut nantinya akan direkap melalui Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebelum disesuaikan dengan pagu anggaran dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Aris menjelaskan bahwa realisasi anggaran kerap jauh di bawah usulan yang diajukan.
“RKPD yang telah kita usulkan total Rp 245 miliar. Tapi biasanya turun. Seperti tahun ini saja, anggaran total di dinas PUPR hanya Rp 70 miliar. Itu dari empat bidang, satu sekretariat. Makanya anggaran penanganan jalan di angka Rp 20 miliar saja,” terangnya.
Menurut Aris, fenomena penurunan anggaran ini tidak hanya terjadi di Sanggau, melainkan menjadi tren yang dirasakan oleh hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Dalam menyikapi keterbatasan fiskal daerah tersebut, Dinas PUPR Sanggau kini memfokuskan strategi dengan mengajukan usulan pendanaan langsung ke pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) sebagai solusi pendukung. (Ram)














