Example floating
Example floating
1001274107-clean

WHO: Gelombang Panas Ekstrem Eropa Telah Renggut 1.300 Nyawa

TheEditorial
theeditorial
Cuaca ekstrem akibat perubahan iklim landa sejumlah negara di Eropa. (Foto: Ilustrasi)
Example 468x60
A-AA+A++

EDITORIAL.ID – Gelombang panas ekstrem yang melanda Benua Eropa sejak 21 Juni 2026 telah memicu krisis kemanusiaan yang mematikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan setidaknya 1.300 kematian tambahan (excess deaths) yang dikaitkan dengan paparan suhu tinggi ekstrem di berbagai negara.

​Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut, fenomena ini sebagai “pembunuh senyap” (silent killer) karena dampaknya yang sering tidak disadari, terutama bagi kelompok rentan berusia 65 tahun ke atas.

1782873990579

“Banyak fasilitas dan perumahan di Eropa tidak dirancang untuk menghadapi suhu ekstrem seperti ini,” ungkapnya.

​Dampak Terparah di Prancis dan Eropa Tengah

​Prancis tercatat sebagai negara dengan dampak paling tragis. Otoritas setempat melaporkan lonjakan kematian di rumah hingga 40 persen, yang sebagian besar melibatkan kelompok lanjut usia. Selain risiko kesehatan, pihak berwenang juga mencatat setidaknya 74 kasus kematian akibat tenggelam saat warga berusaha mencari pendinginan di sungai atau danau.

​Di belahan Eropa lainnya, rekor suhu tertinggi terus terlampaui:

  • Republik Ceko: Mencatatkan rekor suhu tertinggi kedua dalam sejarah negara tersebut, yakni mencapai 41,1 derajat Celsius di Doksany.
  • Polandia: Mencatat suhu ekstrem hingga 40,5 derajat Celsius.
  • Jerman: Mengalami lonjakan suhu yang ekstrem, dengan wilayah Coschen mencatat suhu hingga 41,7 derajat Celsius pada 28 Juni 2026.
Baca Juga:  ​Api Mengamuk dalam Hitungan Menit, Keluarga di Mempawah Timur Kehilangan Tempat Tinggal

​Krisis Infrastruktur dan Ancaman Berkelanjutan

​Fenomena heat dome ini telah melumpuhkan aktivitas publik di banyak wilayah. Tercatat lebih dari 381 juta penduduk Eropa terpapar suhu di atas 30 derajat Celsius, yang memaksa sekolah ditutup serta membebani jaringan listrik dan fasilitas kesehatan hingga ambang batas kapasitas.

​Para ahli meteorologi menekankan bahwa Eropa saat ini memanas dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global. Dengan kondisi ini, gelombang panas yang dulunya terjadi sekali dalam satu generasi kini berpotensi menjadi ancaman rutin setiap tahunnya, disertai risiko kekeringan dan kebakaran hutan yang membayangi negara-negara dari Portugal hingga wilayah Balkan. (FikA)

1782387829625
Example 120x600
Example 728x250