
EDITORIAL.ID – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat resmi memulai babak baru kepemimpinan. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara resmi melantik Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar sebagai Kapolda Kalbar yang baru dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (04/07/2026).
​Irjen Pol Alberd Teddy menggantikan Irjen Pol Pipit Rismanto yang kini mendapatkan promosi jabatan baru untuk menahkodai Kepolisian Daerah Jawa Barat.
​Profil dan Rekam Jejak Mentereng
​Penunjukan Irjen Pol Alberd Teddy membawa ekspektasi tinggi bagi penegakan hukum di Provinsi Seribu Sungai ini. Pasalnya, jenderal bintang dua ini merupakan peraih Adhi Makayasa, penghargaan tertinggi untuk lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.
​Sebelum diamanahi memimpin Polda Kalbar, ia memiliki rekam jejak yang panjang dan solid di bidang reserse serta investigasi. Jabatan terakhirnya sebelum mutasi ini adalah sebagai perwira tinggi yang ditugaskan sebagai Sekretaris Utama di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
​Sesuai Telegram Kapolri
​Pergantian pucuk pimpinan ini mengacu pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026. Mengenai rotasi tersebut, Mabes Polri menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian penting dari kedinamisan institusi.
​”Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” bunyi isi rilis resmi Divisi Humas Mabes Polri terkait penerbitan Surat Telegram Kapolri tersebut.
​Harapan Baru di Kalimantan Barat
Setelah prosesi pelantikan di Jakarta, Kapolda Kalbar yang baru dijadwalkan akan segera bertolak ke Pontianak untuk melakukan konsolidasi internal serta bersilaturahmi dengan jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat.
​Kehadiran sosok jenderal berprestasi ini dinilai membawa angin segar sekaligus harapan baru bagi masyarakat Kalimantan Barat, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban (kamtibmas), serta mengawal isu-isu strategis di wilayah perbatasan negara. (FikA)















