
EDITORIAL.ID – Kabar mengejutkan datang dari episentrum program prioritas nasional, Rabu (22/07/2026) pagi. Nanik S Deyang secara resmi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah besar ini diambil setelah mantan jurnalis senior yang baru menjabat sekitar 45 hari sejak dilantik pada Senin 8 Juni 2026 tersebut diuji oleh gangguan kesehatan jantung serta diguncang serangkaian tekanan eksternal yang cukup hebat.
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, mengonfirmasi bahwa Nanik telah menghadap langsung untuk berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/07/2026). Kepala Negara dilaporkan telah menerima dan menyetujui pengunduran diri tersebut atas dasar pertimbangan kemanusiaan serta keprihatinan mendalam terhadap kondisi kesehatannya.
Kondisi Kesehatan Drop
Melalui keterangan tertulis di akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/07/2026) pukul 03.03 WIB, Nanik mengungkapkan, bahwa kondisi fisiknya sempat menurun drastis akibat gangguan jantung. Penyakit ini memaksanya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama satu minggu.
Guna memulihkan kesehatannya secara total, ia dijadwalkan langsung bertolak ke luar negeri pada Rabu (22/07/2026) untuk mencari pendapat medis kedua (second opinion).
Nanik menegaskan, bahwa keputusan mundur ini diambil demi kebaikan lembaga. Ia tidak ingin keterbatasan fisiknya menghambat kinerja BGN, terutama dalam mengelola anggaran negara yang sangat besar untuk program pemenuhan gizi nasional.
Sisi Gelap Kursi Panas: Kerap Diteror dan Buang Nomor HP
Namun, masalah kesehatan ternyata bukan satu-satunya pemicu. Melalui unggahan terpisah pada Selasa (21/07/2026), Nanik tidak menampik adanya tekanan psikologis yang sangat tinggi selama memimpin lembaga baru tersebut. Ia membeberkan fakta mengejutkan bahwa dirinya kerap menerima serangkaian teror dari pihak-pihak misterius melalui nomor telepon pribadinya. Akibat intensitas teror yang mengganggu, Nanik bahkan terpaksa membuang kartu SIM lama miliknya.
Tingginya beban tanggung jawab dan ancaman ini membuat Nanik sempat menerapkan prinsip kehati-hatian yang sangat ketat dalam birokrasi, termasuk mewajibkan paraf dari kedua wakilnya pada setiap dokumen penting lembaga sebelum ia tandatangani.
Estafet Kepemimpinan dan Tugas Baru dari Presiden
Guna menjaga keberlanjutan program kerja, Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dengan melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru pada Rabu (22/07/2026) sore pukul 15.15 WIB di Istana Negara.
Meski tidak lagi berada di struktur eksekutif operasional, pengabdian Nanik belum sepenuhnya berakhir. Atas permintaan langsung dari Presiden Prabowo, Nanik S Deyang diproyeksikan untuk tetap mengawal cita-cita pemenuhan gizi nasional dengan menduduki posisi baru sebagai Ketua Dewan Pengawas BGN yang akan segera dibentuk. (FikA)















