
EDITORIAL.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Kartiyus mendorong agar Kecamatan Sintang, yang notabene merupakan ibu kota Kabupaten Sintang, segera mendeklarasikan diri sebagai kecamatan tidak buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).
”Tingkat kecamatan baru Kecamatan Binjai Hulu dengan 11 desanya sudah deklarasi ODF. Saya mendorong agar Kecamatan Sintang ini warganya tidak BAB sembarangan. Data sementara sudah 7 desa/kelurahan di Kecamatan Sintang sudah ODF atau 24 persen” kata Kartiyus.
Hal itu disampaikan Kartiyus saat memberikan arahan pada acara sosialisasi percepatan desa/keluarahan ODF di wilayah kerja Puskesmas Tanjungpuri dan Puskesmas Sungai Durian, di Balairung Ambeg Paramarta Kecamatan Sintang, Senin 13 Juli 2026.
Kegiatan itu diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Sintang dan dihadiri oleh Kadis Kesehatan Sintang, Rosa Trifina, Kepala Puskesmas Tanjungpuri, Kepala Puskesmas Sungai Durian, kepala desa, lurah dan petugas kesehatan.
“Saran saya, targetkan desa atau kelurahan yang sisa sedikit yang belum punya WC yang kita bantu. Dorong mereka bangun WC. Hidup di kota itu harus punya WC. Punya sepeda motor atau mobil, harus juga ada WC,” tambahnya.
Ia menyebut, tantangan terbesar memang berada di kelurahan yang ada di pinggir sungai besar, karena masih banyak orang yang buang air besarnya di jamban, dan itu menjadi masalah.
“Tetapi di Kecamatan Sepauk, dua desa yang ada di pinggir Sungai Kapuas sudah deklarasi ODF. Mereka perlu dua tahun untuk memindahkan jamban dari sungai ke darat. Memang perlu kerja keras semua pihak,” ujarnya.
Ia turut berharap kepada Wahana Visi Indonesia dan NGO yang lainmya serta perusahaan yang ada, bisa membantu keluarga miskin yang memang harus dibantu.
“Camat, lurah dan kades, berikan bantuan stimulan untuk warga miskin agar mau bangun WC. Berikan semen, seng atau klosetnya. Terus dibimbing mereka saat membangun WC. WC itu simbol kebersihan sebuah tempat. Bagi saya, WC simbol kesehatan rumah tangga,” katanya.
“Saya harap Camat dan Kepala Puskesmas bisa memasang target kelurahan atau desa yang ODF setiap tahun, sehingga ada perkembangan yang baik,” pinta Kartiyus. (FikA/*)














