
EDITORIAL.ID – Setelah menempuh penantian panjang selama 16 tahun, Gereja Katolik Stasi Santo Markus Semandak, Desa Kemantan, Kecamatan Sepauk, akhirnya berdiri kokoh. Rumah ibadah yang megah ini diresmikan dan diberkati langsung oleh Uskup Sintang, Mgr Samuel Oton Sidin OFM Cap, pada Sabtu 18 Juli 2026.
Peresmian yang penuh sukacita ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, di antaranya Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Niko Dimus (mewakili Bupati Sintang), tokoh masyarakat Sepauk Agrianus, Kepala Desa Kemantan Apunsius, Pastor Paroki Santo Eugenius De Mazenod Temanang, Pastor Norbertus Soleman, OMI, serta para suster, pengurus DPP, dan seluruh umat Katolik setempat.
Proses pembangunan gereja yang dimulai sejak tahun 2010 ini merupakan cerminan dari kegigihan umat. Dalam sambutannya, Uskup Samuel Oton Sidin menyatakan kebanggaannya atas keterlibatan banyak pihak yang saling bahu-membahu hingga gereja ini selesai dibangun.
“Gereja ini berbicara tentang solidaritas dan keimanan. Saya yakin kalau orang beriman, maka dia tidak akan berbuat macam-macam. Umat Stasi Santo Markus, kalian telah membangun stasi kalian. Itu berarti membangun paroki dan membangun Keuskupan Sintang. Kalau stasi maju, paroki juga maju, keuskupan juga maju,” terang Uskup Sintang.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya semangat yang bersumber dari iman untuk kemajuan umat di segala sektor.
“Saya yakin kalau kita punya semangat roh yang berasal dari Allah, kita akan bisa bertumbuh kembang bukan hanya dalam kehidupan beriman, tetapi kehidupan bermasyarakat, berbudaya, dan kehidupan ekonomis. Upayakan lah agar kita maju dalam segala dimensi kehidupan,” seru Uskup Sintang
“Banyak dimensi kehidupan perlu dimajukan, dimekarkan dan diperjuangkan supaya kita menjadi manusia-manusia yang maju secara komplit sebagai orang beriman, sebagai suatu suku, sebagai suatu bangsa, di suatu tempat, di suatu komunitas, masyarakat,” tambahnya.
Senada dengan Uskup, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Niko Dimus, menyampaikan apresiasi mendalam dari Pemerintah Kabupaten Sintang. Ia menilai berdirinya gereja ini merupakan buah dari pengorbanan yang tidak mudah.
“Gereja ini menjadi simbol iman, harapan, persaudaraan, dan semangat gotong royong yang telah diwujudkan melalui kerja keras, pengorbanan serta kebersamaan seluruh umat dari berbagai pihak yang telah memberikan dukungan. Pemkab Sintang ikut bangga, karena pembangunan gereja ini sangat lama. Ini pasti dilakukan dengan susah payah banyak pihak,” ujarnya.
Niko Dimus pun menegaskan komitmen Pemkab Sintang dalam merawat harmoni di tengah keberagaman.
“Pemerintah Kabupaten Sintang terus berkomitmen menjaga kehidupan masyarakat yang dalam keberagaman. Kita bersyukur bahwa selama ini Kota Sintang dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi antara umat beragama sehingga nilai-nilai tersebut harus terus kita pelihara bersama. Karena keberagaman merupakan kekuatan yang memperkokoh persatuan dan persaudaraan kita,” ungkapnya.
Menutup arahannya, Niko Dimus berharap gereja ini tidak sekadar menjadi bangunan fisik, melainkan pusat pertumbuhan karakter bagi masyarakat.
“Saya berharap Gereja Katolik Santo Markus Stasi Semandak ini dapat menjadi rumah bagi seluruh umat untuk semakin bertumbuh dalam iman, semakin peduli terhadap sesama, aktif dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan serta menjadi mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan bertanggung jawab,” katanya.
“Saya juga mengajak agar gereja yang telah dibangun dengan penuh perjuangan ini dapat dirawat, dipelihara dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jadikan gereja ini sebagai tempat untuk menumbuhkan semangat pelayanan, persaudaraan, gotong royong dan kasih kepada sesama,” pungkasnya. (FikA/*)















