
EDITORIAL.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sanggau mengambil langkah strategis untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur. Sebanyak 21 usulan proyek strategis telah diajukan kepada Kementerian PUPR di Jakarta untuk realisasi tahun anggaran 2027.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Sanggau, Aris Sudarsono membenarkan, bahwa pihaknya tengah mengejar pendanaan pusat melalui berbagai kanal aplikasi resmi kementerian. Usulan yang diajukan mencakup sektor jalan dan jembatan, pengelolaan sampah, sanitasi, hingga irigasi.
“Usulan terkait program Inpres Jalan Daerah (IJD). Kita mengusulkan 12 paket. Jadi proposal yang pernah dibawa Pak Bupati, Bu Wakil Bupati itu sekarang kita usulkan melalui aplikasi SiTIA Dirjen Bina Marga,” ujar Aris kepada wartawan, Selasa (30/06/2026).
Aris merinci sejumlah ruas jalan yang masuk dalam daftar prioritas tersebut. “Beberapa di antaranya ruas jalan Bodok – Bonti, Tayan – Meliau, Kedukul – Balai Sebut, Sejuah – Noyan, Noyan – Lubuk Sabuk. Termasuk jembatan Mengkiang, dan jembatan-jembatan di Bonti. Termasuk Belangin – Kayu Tunu,” jelasnya.
Selain melalui Dirjen Bina Marga, Dinas PUPR Sanggau juga mengusulkan program ke Dirjen Cipta Karya terkait pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dan Instalasi Pembuangan Lumpur Tinja (IPLT). Aris menuturkan, bahwa dua usulan tersebut telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
“Jadi itu sampai diusulkan Pak Gubernur ke Menteri. Dua itu masuk prioritas. Sebentar lagi usulan itu kita input di aplikasi Krisna,” ungkapnya.
Di sektor pertanian, Dinas PUPR Sanggau mengacu pada Inpres Nomor 01 Tahun 2025 tentang peningkatan daerah irigasi dengan mengajukan tujuh usulan melalui aplikasi SIPURI.
“Kemarin yang sudah disetujui teknis dan ada anggaranya ada tiga, kemudian yang sudah disetujui teknis tapi tak ada anggarannya empat. Itu nanti tergantung keuangan pemerintah pusat,” tambah Aris.
Sebagai pelengkap, pemerintah daerah juga mendorong pembangunan melalui jalur aspirasi anggota DPRD, yang mencakup pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di dua lokasi dan pembuatan enam titik septic tank.
“Pokoknya tugas kita itu sekarang, usulkan, buat perencanaan, siapkan kelengkapan dokumen, kita usulkan, baik itu langsung maupun aplikasi,” pungkasnya. (Iin)














