Example floating
Example floating
1001274107-clean

Dinkes Sanggau Fokus Transformasi Posyandu, Targetkan Penguatan Layanan Primer

TheEditorial
theeditorial
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sanggau, Najori, foto bersama dalam acara orientasi posyandu, Senin (30/06/2026).
Example 468x60
A-AA+A++

EDITORIAL.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau berkomitmen melakukan transformasi di bidang kesehatan. Langkah ini dilakukan sejalan dengan visi Presiden RI untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri, dan berkeadilan, serta selaras dengan visi Kabupaten Sanggau dalam RPJMD 2025–2029 yakni Sanggau Maju Berkelanjutan dan Berkeadilan.

​Komitmen tersebut juga merupakan wujud nyata dari misi Kabupaten Sanggau poin ketiga, yaitu pengembangan sumber daya manusia yang unggul.

1782873990579

​Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Najori mengungkapkan, bahwa fokus pembangunan kesehatan saat ini merujuk pada sasaran nasional.

“Outcome RPJMN Bidang Kesehatan tahun 2025-2029 berfokus pada ‘kesehatan untuk semua’ dengan sasaran peningkatan status Kesehatan masyarakat, terutama melalui penguatan layanan kesehatan primer, pencegahan penyakit (termasuk stunting), dan peningkatan gizi seumur hidup,” kata Najori saat membuka Orientasi Pembinaan Posyandu di Aula Harvey, Senin (30/06/2026).

​Najori menambahkan, kebijakan pembangunan kesehatan kini lebih menitikberatkan pada pendekatan preventif, promotif, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga:  Lantik Dewan Hakim MTQ ke-34, Ini Pesan dan Harapan Bupati Ontot

“Di bidang Kesehatan strateginya adalah dengan menumbuh kembangkan pos pelayanan terpadu (Posyandu) dan merupakan bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM),” ujarnya.

​Dalam mendukung implementasi transformasi layanan primer, Posyandu ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan layanan dasar bagi seluruh siklus hidup masyarakat. Keberhasilan ini diukur melalui target Posyandu aktif yang dipatok sebesar 75 persen dalam RPJMN 2025–2029.

​Seiring dengan berlakunya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, posyandu kini bertransformasi menjadi “new posyandu” dengan perubahan struktur kelembagaan. Kelompok kerja operasional (pokjanal) kini berubah menjadi Tim Pembina (TP) Posyandu yang mencakup enam bidang SDM.

​“Jadi, bidang SDM yang dimaksud yaitu bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang sosial, bidang pekerjaan umum, bidang perumahan rakyat dan bidang trantibun linmas. Dengan demikian maka posyandu akan berubah struktur kepengurusan dari tim pokjanal posyandu menjadi tim pembina posyandu,” ungkap Najori.

​Terkait kondisi di lapangan, Najori memaparkan data capaian posyandu di Sanggau. “Pada tahun 2025 Kabupaten Sanggau memiliki 671 Posyandu dengan posyandu aktif sebesar 91,64 persen, Pada tahun 2026 kondisi sampai bulan Mei 2026 jumlah posyandu 665 dengan posyandu aktif sebesar 80,90 persen,” bebernya.

Baca Juga:  Benarkah Harga Sembako Turun Pasca MBG Berhenti Operasional?

​Melihat adanya tren penurunan tersebut, Najori menegaskan perlunya sinergi lintas sektoral untuk mencapai standar Posyandu Layanan Primer (ILP). Upaya ini akan difokuskan pada peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan, sosialisasi, dan advokasi secara komprehensif dari tingkat desa hingga kabupaten.

​“Posyandu aktif hanya bisa tercapai yaitu dengan meningkatkan pengetahuan kader dengan gencar melakukan pelatihan dan pembinaan kepada kader posyandu, sosialisasi, advokasi dan peningkatan kapasitas TP posyandu baik dari tingkat kecamatan maupun sampai tingkat desa secara komprehensif,” pungkasnya. (Abang Indra)

1782387829625
Example 120x600
Example 728x250